Kapolri Dorong Swasembada Jagung Lewat Panen Raya di Bekasi

 

Kapolri Dorong Swasembada Jagung Lewat Panen Raya di Bekasi

Polri Tingkatkan Ketahanan Pangan Lewat Jagung

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam panen jagung serentak kuartal IV 2025 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini digelar di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat. 

Turut hadir Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, dan Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Dalam sambutannya, Kapolri menekankan kontribusi Polri terhadap swasembada pangan nasional. 

Sepanjang 2025, Polri berhasil menanam jagung di lahan seluas 661.717 hektare. Hasil panen ini menjadi bagian dari target nasional untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat.

Kegiatan ini sempat dijadwalkan pada Desember 2025, namun ditunda hingga awal Januari 2026. Kapolri menjelaskan, penundaan ini dilakukan agar pelaksanaan panen lebih maksimal dan sejalan dengan arahan Presiden.

Realisasi Panen dan Target Produksi Jagung

Panen jagung serentak kuartal IV 2025 menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap ketahanan pangan. Total lahan yang dipanen mencapai 47.830,93 hektare. Estimasi hasil panen berada di kisaran 683.966 hingga 743.522 ton jagung.

Program ini juga melibatkan 3.616 petani dari 527 kelompok tani binaan Polri. Kehadiran Polri di lapangan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung petani lokal. Kapolri menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan petani demi suksesnya program swasembada.

Sepanjang tahun 2025, Polri melakukan beberapa kegiatan panen raya lainnya. Estimasi total jagung yang dipanen mencapai 3,5 juta ton. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan Polri terhadap ketahanan pangan nasional.

Strategi Polri untuk Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional

Kapolri menyampaikan, program ketahanan pangan Polri bertujuan untuk memenuhi cadangan pangan nasional. Selain itu, hasil panen jagung juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan pasar domestik, termasuk industri pakan ternak dan Bulog.

Rencana penanaman jagung tahun 2026 melibatkan lahan seluas 522.079 hektare. Kapolri menekankan bahwa seluruh lahan binaan Polri akan dioptimalkan agar target swasembada jagung tercapai. Polri berkomitmen melanjutkan program ini secara berkelanjutan.

Lebih jauh, Kapolri menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. Polri berperan aktif dalam berbagai kegiatan strategis yang mendorong peningkatan produksi dan ketersediaan jagung.

Harapan dan Dampak Panen Jagung Polri

Kapolri berharap hasil panen jagung dapat memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menyediakan cadangan pangan nasional. Program ini diharapkan juga membuka peluang ekspor bagi kelebihan produksi jagung.

Dengan keberhasilan panen jagung, Polri menunjukkan bahwa keterlibatan institusi keamanan bisa bersinergi dengan sektor pertanian. Hal ini menjadi contoh konkret kolaborasi antara aparat dan masyarakat untuk ketahanan pangan.

Selain itu, kegiatan panen juga memberi manfaat ekonomi bagi petani binaan Polri. Dukungan teknis, pengawasan, dan pendampingan menjadi faktor penting yang meningkatkan produktivitas jagung di lahan-lahan tersebut.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال